Minggu, 08 Agustus 2021

OSI Layer

 

OSI Layer


Pengertian OSI Layer

Open System Interconnection atau OSI adalah model referensi yang diciptakan dari sebuah kerangka yang bersifat konseptual. Namun, saat ini telah berkembang dan menjadi sebuah standarisasi khusus berkaitan dengan koneksi komputer.

Tujuan dari pembuatan OSI Layer adalah menjadi model rujukan bagi setiap vendor atau developer, sehingga produk atau perangkat lunak yang dibuat memiliki sifat interpolate. Yang berarti, user dapat melakukan kerja sama dengan produk atau sistem tanpa perlu melakukan penanganan secara khusus atau special.

7 Model OSI Layer

Berikut ini merupakan tujuh model OSI Layer, yang mana pada setiap lapisan mempunyai tugas dan fungsi masing – masing sesuai dengan penggunaannya terkait dengan kebutuhan koneksi antar perangkat komputer.

1. Application Layer (Lapisan ke-7)

Application layer adalah lapisan yang menjadi pusat (center) terjadinya suatu interaksi antara pengguna (end user) dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas sebuah jaringan. Selain itu juga mempunyai fungsi untuk melakukan konfigurasi mengenai bagaimana cara aplikasi dapat bekerja menggunakan resource jaringan.

Dan kemudian, dapat memberikan pesan saat terjadi sebuah kesalahan pada proses pengaturan jaringan. Contoh beberapa services dan protokol yang berada pada application layer adalah HTTP, SMTP, FTP, dan lain – lain.

2. Presentation Layer (Lapisan ke-6)

Lapisan yang keenam adalah presentation layer, dimana mempunyai fungsi untuk mentranslasikan format data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang dapat ditransmisikan oleh sebuah jaringan.

Pada layer ini, data juga akan ter- enkripsi dan dekripsi melalui sistem. Contoh protokol yang berada pada presentation layer adalah MIME, SSL, TLS, dan lain sebagainya.

3. Session Layer (Lapisan ke-5)

Session layer merupakan lapisan yang berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dikelola, dan dikembangkan. Contoh protokol yang berada pada session layer adalah NFS, SMB, RTP, dan lain – lain.

4. Transport Layer (Lapisan ke-4)

Transport layer mempunyai fungsi untuk memecah data menjadi paket – paket data, serta memberikan nomor urut untuk setiap paketnya. Sehingga, nantinya dapat disusun kembali saat sampai pada tujuan. Pada layer ini juga menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisikan data, seperti protokol TCP.

Protokol tersebut akan mengirimkan paket data, sekaligus memastikan bahwa setiap paket telah diterima dengan sukses dan tepat sasaran. Selain itu, juga dapat mentransmisikan ulang terhadap paket yang hilang atau rusak ketika proses pengiriman.

5. Network Layer (Lapisan ke-3)

Tugas dari network layer adalah membuat header untuk paket yang berisi informasi IP (Internet Protocol), baik IP pengirim atau IP tujuan data. Pada suatu kondisi, network layer juga melakukan proses routing melalui internetworking dengan menggunakan bantuan router dan switch pada layer ke-3. 

6. Data-Link Layer (Lapisan ke-2)

Pada data-link layer memiliki tugas untuk menentukan setiap bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Pada level ini juga terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan hardware atau perangkat keras (seperti halnya pada MAC Address (Media Access Control Address)). 

Serta, menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub, repeater, bridge, dan switch pada layer 2 dapat beroperasi. Untuk spesifikasi IEEE 802, dapat membagi tingkatan menjadi 2 level, yaitu lapisan Media Access Control (MAC) dan lapisan Logical Link Control (LLC).

7. Physical Layer (Lapisan ke-1)

Dan model OSI Layer terakhir dan yang paling utama adalah physical layer. Fungsinya adalah untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, sinkronisasi bit, metode pensinyalan, serta membangun arsitektur jaringan seperti pengkabelan dan topologi jaringan.

Pada tahapan atau level ini juga mendefinisikan mengenai bagaimana sebuah NIC (Network Interface Card) dapat berinteraksi secara langsung dengan media kabel dan perangkat radio. Untuk setiap pengiriman data melalui tiap layer, dapat dianalogikan seperti anda mengirim surat.

Kesimpulan

OSI Layer adalah model referensi yang dikembangkan untuk menciptakan sebuah kerangka yang bersifat konseptual. OSI Layer juga memiliki 7 model layer yang terdiri atas, application, presentation, session, transport, network, data-link, dan physical layer. Untuk setiap level mempunyai peran dan fungsi masing – masing dengan cara kerja pengiriman dari setiap model dilakukan secara berurutan. 

Cara Kerja OSI Layer

Untuk memahami cara kerja dari OSI Layer sendiri, anda dapat membayangkan dengan tahapan dalam mengirim surat. Agar surat sampai kepada penerima dengan baik dan tepat, maka harus melewati berbagai tahapan pengiriman sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Berikut ini merupakan beberapa penjelasan mengenai cara kerja OSI Layer.

  • Pertama, Application layer akan mengirimkan data yang dikirim pengguna kepada perangkat komputer penerima data.
  • Kedua, pada presentation layer terjadi konversi email menjadi sebuah format jaringan.
  • Ketiga, pada session layer akan membentuk sesi perjalanan data hingga seluruh proses pengiriman data selesai dilaksanakan.
  • Yang keempat, di dalam transport layer pengirim melakukan pemecahan data. Kemudian, data tersebut dikumpulkan pada transport layer penerima.
  • Kelima, network layer membuatkan sebuah alamat sehingga dapat menuntut  dan mengarahkan data hingga sampai pada tujuan yang benar.
  • Selanjutnya, di dalam data-link layer akan dilakukan pembentukan data menjadi bentuk frame, serta alamat fisik. 
  • Dan pada lapisan utama tepatnya physical layer, data akan dikirim melalui medium (perantara) jaringan menuju lapisan transport penerima. 
  • Langkah yang terakhir, alur jalannya proses akan berbalik dari physical layer menuju application layer. Nantinya akan mengarah pada jaringan komputer penerima.  

Kesimpulan

OSI Layer adalah model referensi yang dikembangkan untuk menciptakan sebuah kerangka yang bersifat konseptual. OSI Layer juga memiliki 7 model layer yang terdiri atas, application, presentation, session, transport, network, data-link, dan physical layer. Untuk setiap level mempunyai peran dan fungsi masing – masing dengan cara kerja pengiriman dari setiap model dilakukan secara berurutan. 

https://www.sekawanmedia.co.id/osi-layer/

Minggu, 31 Januari 2021

tutorial 2

 1. option barang2 ada di sebelah kiri atas

2. pertama-tama kita ambil kasur untuk di kamar lalu taruh dan sesuaikan

3. lalu taruh toliet di wc

4. ambil kasur kedua untuk di kamar kedua

5. ambil meja dan bunga untuk di kamar pertama sebagai hias an

6. ambil meja dan laptop untuk di kamar kedua sebagai kerja atau belajar

7. ambil westafel untuk di dapur

8. ambil kompor dan meja dan oven untuk di dapur sebagai kebtuhan dapur

9. lalu buat halaman untuk di luar

10. selesai sekian tutorial nya

tutorial 1

 1. buatlah sketsa rumah tersebut

2. setelah sudah membuat sketsanya lalu kita buat pintu

3.ada beberapa pintu yg pertama di bagian depan, yg kedua di kamar depan, yg ketiga di kamar belakang, yg keempat di kamar mandi, yg kelima di bagian belakang

4. lalu setelah sudah kita kasih cat atau warna untuk dindinnya

5. pilih warna sesuka hati

6. setelah itu taru warna tersebut di tebok/ dinding

7. lakukan menyeluruh

8. setelah itu kita buat lantai lalu di kasih ubin

9. selesai

Kamis, 28 Januari 2021

UJI KOMPETENSI

 

A. PILIHAN GANDA


1. Teknologi jaringan tanpa kabel disebut?

JAWAB: B. Wireless

ALASAN: Karena jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat maupun pada jarak jauh.


2. Jarak jangkauan maksimal pada jenis jaringan MAN?

JAWAB: D. 100 kilometer

ALASAN: Karena bisa terdiri dari dua atau lebih LAN yang dihubungkan bersama-sama dalam batas-batas kira-kira suatu kawasan metropolitan atau satu kota.


3. Topologi yang setiap Workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin adalah?

JAWAB: D. BUS

ALASAN: Karena mudah untuk menambah atau menghapus komputer atau peralatan dari jaringan serta mudah dalam pemasangan, sehingga paling banyak digunakan. 


4. Macam IP Address yang digunakan untuk jaringan berukuran sedang dan besar adalah?

JAWAB: B. Kelas B

ALASAN:  Karena jaringannya yang berukuran tidak terlalu besar


5. .... adalah sebuah perangkat untuk meneruskan internet ke cilent yang terhubung ke proxy.

JAWAB: B. Router

ALASAN: Karena buat meneruskan beberapa jaringan, baik jaringan yang sama atau tidak.


6. Kombinasi pengkabelan straight pada jaringan komputer yang sesuai dengan standart internasional adalah?

JAWAB: A. putih orange - orange - putih hijau - biru - putih biru - hijau - putih coklat - coklat.

ALASAN: Sebuah  bentuk dari kabel yang memiliki kemampuan didalam melakukan penghubungan daripada dua macam peralatan yang dimaan berbeda dan juga menjadi sebuah kabel yang memiliki cara daripada pemasangan yang dimana sama berada diantara ujung yang satu dengan bagian ujung yang lainnya.


7. Suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address disebut?

JAWAB: D. DNS

ALASAN:  untuk menerjemahkan nama host menjadi ip address.


8. Untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada komputer kita gunakan perintah?

JAWAB: A. IP confight

ALASAN: Karena IP bertugas untuk mengenali suatu perangkat.


9. Untuk dapat saling berkomunikasi antarsesama pengguna komputer perlu dibentuk sebuah jaringan.

SEBAB

Tujuan utama pembuatan jaringan komputer adalah untuk transfer informasi dan saling berbagi pakai sumber daya (resource sharing) misal sharing koneksi internet , sharing data, dan sharing printer.

JAWAB: B. Pertanyaan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukan hubungan sebab akibat


10. Pengalaman IP Address dalam jaringan komputer sangatlah diperlukan.

SEBAB

IP Address digunakan untuk memberikan beberapa alamat website dunia, sehingga dapat diakses oleh seluruh penduduk penjuru dunia yang terkondisi internet

JAWAB: C. Pernyataan benar dan alasan salah


B. JAWABLAH  PERTANYAAN BERIKUT DENGAN TEPAT!


1. Jelaskan yang dimaksud dengan topologi jaringan!

JAWAB: Hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

2. Uraikan keunggulan dari jaringan peer to peer!

JAWAB:  -lebih murah  
              -mudah di setup
              -mudah perawatan
              -tidak membutuhkan sistem operasi berbasis server

3. Sebutkan dan jelaskan arsitektur hierarki dalam DNS!

JAWAB:  Distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

4. Jelaskan susunan kombinasi pengkabelan jenis crossover pada jaringan komputer!
JAWAB:
Ujung A:
1. Putih orange
2. Orange
3. Putih hijau
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. coklat
Ujung B:
1. Putih hijau
2. Hijau
3. Putih biru
4. Orange
5. Putih orange
6. Biru
7. Putih coklat
8. Coklat

5. Sebutkan pembagian kelas pada IP Address!
JAWAB: -KELAS A (1-126)
              -KELAS B (128-191)
              -KELAS C (192-223)
              -KELAS D (224-239)
              -KELAS E (240-255)

HOTS (High Order Thinking Skills)

 

A. PILIHAN GANDA

1. Jenis jaringan yang memiliki jangkauan paling sempit adalah

JAWAB: B. peer to peer

ALASAN: Karena administrasi jaringan nantinya menjadi tak terkontrol


2. Crossover kabel memiliki fungsi menghubungkan?

JAWAB: A. cilent ke cilent

ALASAN: Karena untuk menghubungkan ke perangkat yang sama


3. Angka biner pada IP Adress terdiri dari ... bit.

JAWAB: E. 32 

ALASAN: 


B. JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN BENAR!

1. Sebutkan 3 jenis kabel yang dikenal secara umum!

JAWAB: > Kabel Coaxial

              > Kabel Fiber optic

              > Kabel Twisted-pair 


2. Apakah fungsi Hub dalam jaringan!

JAWAB: hardware yang dipindahkan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dalam sistem jaringan

Selasa, 17 November 2020

 

Apa Itu HTML? Fungsi dan Cara Kerja HTML

Berbicara soal HTML tidak hanya terbatas pada pengertiannya saja. Anda harus tahu seluk-beluknya jika ingin mahir bahasa markup yang satu ini. HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML memungkinkan seorang user untuk membuat dan menyusun bagian paragraf, heading, link atau tautan, dan blockquote untuk halaman web dan aplikasi.

HTML bukanlah bahasa pemrograman, dan itu berarti HTML tidak punya kemampuan untuk membuat fungsionalitas yang dinamis. Sebagai gantinya, HTML memungkinkan user untuk mengorganisir dan memformat dokumen, sama seperti Microsoft Word.

Ketika bekerja dengan HTML, Anda menggunakan struktur kode yang sederhana (tag dan attribute) untuk mark up halaman website. Misalnya, Anda membuat sebuah paragraf dengan menempatkan enclosed text di antara tag pembuka <p>  dan tag penutup </p>.

  1. <p>This is how you add a paragraph in HTML.</p>
  2. <p>You can have more than one!</p>

Kesimpulannya, pengertian HTML sebagai bahasa mark up sangatlah mudah untuk dipahami bahkan bagi webmaster pemula di bidang web development sekalipun.

L dibuat oleh Tim Berners-Lee, seorang ahli fisika di lembaga penelitian CERN yang berlokasi di Swiss. Dia memiliki ide tentang sistem hypertext yang berbasis internet.

Hypertext merujuk pada teks yang memuat referensi (link) ke teks lain yang bisa diakses langsung oleh viewer. Tim merilis versi pertama HTML pada tahun 1991, dan di dalamnya terdiri atas 18 HTML tag. Sejak saat itu, setiap kali bahasa HTML merilis versi teranyarnya, selalu ada tag dan attribute (tag modifier) terbaru.

Berdasarkan HTML Element Reference milik Mozilla Developer Network, untuk saat ini, ada 140 HTL tag meskipun sebagiannya sudah usang (tidak lagi didukung oleh versi terbaru browser).

Berkat popularitasnya yang terus meningkat, HTML kini dianggap sebagai web standard yang resmi. Spesifikasi HTML di-maintain dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortiumm (W3C). Cek versi terbaru dari bahasa ini di website W3C.

Upgrade HTML besar-besaran terjadi pada tahun 2014, dan hasilnya adalah pengenalan HTML5. Pada upgrade tersebut, terdapat semantic baru yang memberitahukan arti dari kontennya sendiri, seperti <artcile><header>, dan <footer>.

Bagaimana Cara Kerja HTML?

Dokumen HTML adalah file yang diakhiri dengan ekstensi .html atau .htmEkstensi file ini bisa dilihat dengan mengunakan web browser apa pun (seperti Google Chrome, Safari, atau Mozila Firefox). Browser tersebut membaca file HTML dan me-render kontennya sehingga user internet bisa melihat dan membacanya.

Biasanya, rata-rata situs web menyertakan sejumlah halaman HTML yang berbeda-beda. Contohnya, beranda utama, halaman ‘tentang kami’, halaman kontak yang semuanya memiliki dokumen HTML terpisah.

Masing-masing halaman HTML terdiri atas seperangkat tags (bisa disebut juga elements), yang mengacu pada building block halaman website. Tag tersebut membuat hirarki yang menyusun konten hingga menjadi bagian, paragraf, heading, dan block konten lainnya.

Sebagian besar element HTML memiliki tag pembuka dan penutup yang menggunakan syntax <tag></tag>.

Berikut contoh kode dari susunan atau struktur HTML:

  1. <div>
  2. <h1>The Main Heading</h1>
  3. <h2>A catchy subheading</h2>
  4. <p>Paragraph one</p>
  5. <img src="/" alt="Image">
  6. <p>Paragraph two with a <a href="https://example.com">hyperlink</a></p>
  7. </div>
  • Elemen teratas dan terbawah adalah division sederhana (<div></div>) yang bisa Anda gunakan untuk mark up bagian konten yang lebih besar.
  • Susunan HTML di atas terdiri atas heading (<h1></h1>), subheading (<h2></h2), dua paragraf (<p></p>), dan satu gambar (<img>).
  • Paragraf kedua meliputi sebuah link (<a></a>) dengan attribute href yang terdiri atas URL tujuan.
  • Tag gambar memiliki dua attribute, src untuk path gambar dan alt untuk deskripsi gambar.

Pengertian Tag HTML dan Fungsinya

Tag HTML memiliki dua tipe utama: block-level dan inline tags.

  1. Elemen block-level memakai semua space yang tersedia dan selalu membuat line baru di dalam dokumen. Contoh dari tag block adalah heading dan paragraf.
  2. Elemen inline hanya memakai space sesuai dengan kebutuhannya dan tidak membuat line baru di halaman. Biasanya elemen ini akan memformat isi konten dari elemen block-level. Contoh dari tag inline adalah link dan emphasized strings.

Tag Block-Level

Tiga tag block-level yang harus dimiliki oleh setiap dokumen HTML adalah <html>, <head>, dan <body>.

  1. Tag <html></html> adalah elemen level tertinggi yang menyertakan setiap halaman HTML.
  2. Tag <head></head> menyimpan informasi meta, seperti judul dan charset halaman.
  3. Tag <body></body> melampirkan semua konten yang muncul pada suatu halaman.
  1. <html>
  2. <head>
  3. <!-- META INFORMATION -->
  4. </head>
  5. <body>
  6. <!-- PAGE CONTENT -->
  7. </body>
  8. </html>
  • Heading memiliki 6 level di HTML. Level tersebut bervariasi, mulai dari <h1></h1> sampai ke <h6></h6>, di mana h1 merupakan level heading tertinggi dan h6 adalah level terendah. Paragraf dibuka dan ditutup dengan tag <p></p>, sedangkan blockquote menggunakan tag <blockquote></blockquote>.
  • Division merupakan bagian konten yang lebih besar dan biasanya terdiri atas beberapa paragraf, gambar, kadang-kadang blockquote, dan elemen lebih kecil lainnya. Kita bisa membuat mark up dengan menggunakan tag <div></div>. Di dalam elemen div juga terdapat tag div lainnya.
  • Anda juga bisa menggunakan tag <ol></ol> untuk list yang berurutan dan <ul></ul> untuk list yang tidak berurutan. Masing-masing list item harus dibuka dan ditutup dengan tag <li></li>. Sebagai contoh, di bawah ini  adalah tampilan dasar dari list  tidak berurutan dalam HTML:
  1. <ul>
  2. <li>List item 1</li>
  3. <li>List item 2</li>
  4. <li>List item 3</li>
  5. </ul>

Tag Inline

Sebagian besar tag inline digunakan untuk memformat teks. Sebagai contoh, tag <strong></strong> akan render elemen ke format bold, sedangkan tag <em></em> akan ditampilkan dalam format italic.

Hyperlink adalah elemen inline yang mewajibkan adanya tag <a></a> dan attribute href untuk mengindikasi tujuan link:

  1. <a href="https://example.com/">Click me!</a>

Gambar (image) juga merupakan elemen inline. Anda dapat menambahkan satu gambar dengan menggunakan <img> tanpa harus membubuhkan tag penutup. Hanya saja, Anda disarankan menggunakan attribute src untuk menentukan path gambar, misalnya:

  1. <img src="/images/example.jpg" alt="Example image">

Jika ingin mempelajari lebih dalam tentang pengertian tag HTML serta tag HTML dan funsginya, silakan baca artikel kami tentang HTML cheat sheet (kami juga menyediakan link untuk diunduh).

Perkembangan HTML. Bagaimana Perbedaan HTML dan HTML5?

Sejak hari pertama diperkenalkan, HTML telah melewati perkembangan yang cukup signifikan. W3C terus merilis versi dan update terbaru sembari mencetak sejarah dan mengukuhkan keberadaannya.

HTML4 (belakangan ini sering disebut sebagai “HTML”) dirilis pada tahun 1999 dan versi terbarunya diperkenalkan pada publik pada tahun 2014.  Dikenal sebagai HTML5, versi terbaru ini menambahkan lebih banyak fitur baru ke bahasa mark up ini.

Salah satu fitur canggih di HTML5 adalah support untuk embed audio dan video. Jadi, alih-alih menggunakan Flash player, kita bisa melakukan file video dan audio yang di-embed ke halaman website dengan eanfaatkan tag <audio></audio> dan <video></video>. Fitur tersebut juga memiliki support bawaan untuk grafis vektor (SVG) yang dapat diskalakan dan MathML untuk formula matematika dan ilmiah.

HTML5 juga memperkenalkan beberapa perbaikan pada semantic. Tag semantic baru mengirimkan informasi pada browser tentang arti konten, yang  bermanfaat tak hanya bagi pembaca, tapi juga mesin pencari.

Tag semantic yang paling banyak digunakan adalah <article></article>, <section></section>, <aside></aside>, <header></header>, dan <footer></footer>. Agar bisa lebih paham tentang perbedaan HTML dan HTML5, silakan baca artikel kami.

Kelebihan dan Kekurangan HTML

Sama seperti hal teknis lainnya dalam dunia web, HTML juga punya kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

  • Bahasa yang digunakan secara luas dan memiliki banyak sumber serta komunitas yang besar.
  • Dijalankan secara alami di setiap web browser.
  • Memiliki learning curve yang mudah.
  • Open-source dan sepenuhnya gratis.
  • Bahasa markup yang rapi dan konsisten.
  • Standard web yang resmi di-maintain oleh World Wide Web Consortium (W3C).
  • Mudah diintegrasikan dengan bahasa backend, seperti PHP dan Node.js.

Kekurangan:

  • Paling sering digunakan untuk halaman web statis. Untuk fitur dinamis, Anda bisa menggunakan JavaScript atau bahasa backend, seperti PHP.
  • HTML tidak memungkinkan user untuk menjalankan logic. Alhasil, semua halaman web harus dibuat terpisah meskipun menggunakan elemen yang sama, seperti header dan footer.
  • Fitur-fitur baru tidak bisa digunakan secara cepat di sebagian browser.
  • Terkadang perilaku browser susah untuk diprediksi (misalnya, browser lama tidak selalu bisa render tag yang lebih baru).

Bagaimana Hubungan Antara HTML, CSS, dan JavaScript?

Meskipun dinyatakan sebagai bahasa mark up yang powerful, HTML tidak sepenuhnya bisa membuat website yang profesional dan responsif. HTML hanya bisa digunakan untuk menambah elemen dan membuat struktur konten.

Namun di satu sisi, HTML bisa bekerja secara maksimal dengan dua bahasa frontend: CSS (Cascading Style Sheets) dan JavaScript. Jika digabungkan, kedua bahasa frontend ini bisa meningkatkan pengalaman user dan mengaktifkan fungsi yang lebih canggih.

  • CSS erat kaitannya dengan styling, seperti background, warna, layout, spacing, dan animiasi.
  • JavaScript memungkinkan Anda menambahkan fungsionalitas yang dinamis, seperti slider, pop-up, dan galeri foto.

Kira-kira gambaran sederhana perbedaan HTML dan CSS dan JavaScript seperti ini: HTML adalah orang yang tidak memakai satu helai benang pun, CSS adalah bajunya, dan JavaScript adalah aktivitas dan sikapnya.

Jadi… Apa Itu HTML?

HTML adalah bahasa mark up web yang utama dan dijalankan secara alami di setiap browser serta di-maintain oleh World Wide Web Consortium.

Berdasarkan cara kerja HTML, Anda bisa menggunakannya untuk membuat struktur konten pada website dan aplikasi web (dengan memakai coding HTML sederhana). HTML merupakan level terbawah dari teknologi frontend dan berfungsi sebagai dasar styling yang bisa Anda tambahkan dengan CSS dan fungsionalitas yang dapat dijalakan menggunakan JavaScript.

https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-html/

The Dawn of the Net - How the Internet works

 D eskripsi  tentang "BAGAIMANA CARA KERJA INTERNET"   Pada film tersebut ditampilkan beberapa perangkat dari jaringan antara lain...